Layanan Donatur :

Category: Blog

Your blog category

  • Youth Action Camp 2025: DDV Sinergikan Aksi Kebaikan Kolaboratif Antar Relawan Muda

    Youth Action Camp 2025: DDV Sinergikan Aksi Kebaikan Kolaboratif Antar Relawan Muda

    Bogor—Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) bersama Kolaborasi Masjid Pemberdaya(KMP)-Remaja Masjid Fatimah Syarif dan Ngakarya (Ngajak Berkarya), melaksanakan Youth Action Camp 2025 di Masjid Fatimah Syarif, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Sabtu-Minggu (04-05/10/25). Kegiatan ini diikuti oleh 35 relawan kolaborasi serta masyarakat setempat.

    Dengan bertajuk “Kolaborasi Pemuda, Menguatkan Gerakan Kerelawanan”, kegiatan ini menjadi momen bagi para relawan muda untuk mensinergikan kolaborasi dalam mewujudkan aksi sosial kemanusiaan yang kreatif, inspiratif, berdampak nyata bagi masyarakat, dan berkelanjutan.

    Manajer Sumber Daya Insani ID Humanity Dompet Dhuafa, Mustaki menyatakan, peran anak muda sangat penting sebagai agen perubahan dalam aksi sosial kemanusiaan.

    “Kegiatan ini jadi momentum penting bagi para relawan muda dari tiga entitas kerelawanan untuk saling berkolaborasi, meningkatkan kapasitas, sebagai anak muda yang bisa jadi agen perubahan, memberikan perubahan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Mustaki dalam sambutannya.

    Kegiatan Youth Action Camp 2025 diisi dengan berbagai aksi kebaikan yang menyenangkan, seperti Woven Art (menganyam bersama warga pengrajin anyaman), The Beautiful Hat (mengecat caping bersama anak-anak TPQ), Mural of Inspiration (menggambar mural pesan-pesan kebaikan di tembok fasililtas warga), hingga Glow Up Our Mosque (bersih-bersih masjid) yang didukung oleh Dinda Clean.

    Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Youth Action Camp 2025 juga turut menyalurkan donasi Al-Quran dan buku iqro sehingga dapat bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

    Yuni Astin, salah satu relawan DDV Jabodetabek yang turut serta dalam kegiatan ini, mengaku sangat merasakan sinergi kolaborasi kerelawanan yang nyata di tengah gempuran digitalisasi di kalangan anak muda.

    “Aksi Youth Camp ini sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran kita untuk melakukan aksi yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Apalagi, saat ini kebanyakan anak muda seringnya cuma terpaku sama kegiatan yang berhubungan dengan dunia digital,” ungkapnya.

    Memberikan dampak nyata dalam setiap melaksanakan aksi kemanusiaan merupakan komitmen yang terus diamalkan dalam semangat aksi #1Hari1Kebaikan. (Shinta Fitrotun Nihayah/ID Humanity Dompet Dhuafa)

  • Healing Sembari Tebar Aksi Kebaikan di DDV Youth Action Camp 2025

    Healing Sembari Tebar Aksi Kebaikan di DDV Youth Action Camp 2025

    Tenjolaya, Bogor—Cerah matahari siang itu memayungi suasana ceria anak-anak yang sedang menorehkan kuas lukisnya di atas caping. Bersama para relawan, anak-anak diajak menuangkan kreativitasnya lewat warna-warni cat lukis caping yang hasilnya akan mereka berikan kepada orang tua maupun kerabat mereka yang bertani.

    Kegiatan melukis caping merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Youth Action Camp 2025. Dengan bertajuk ‘Kolaborasi Pemuda, Menguatkan Gerakan Kerelawanan’, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV), mengolaborasikan aksi kebaikan bersama Kolaborasi Masjid Pemberdaya (KMP)-Remaja Masjid Fatimah Syarif, serta Ngakarya (Ngajak Berkarya) pada Sabtu (4/10/2025) dan Minggu (5/10/25) lalu.

    Aksi DDV menghias caping bersama anak-anak dalam Youth Action Camp 2025 di kawasan Masjid Fatimah Syarif, Tapos, Kec. Tenjolaya, Kab. Bogor, Sabtu (4/10/2025)

    Dengan melibatkan anak-anak dan masyarakat setempat, Youth Action Camp 2025 diisi dengan kegiatan melukis caping, menggambar mural, dan menganyam anyaman bambu. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesan sukacita kepada para relawan, salah satunya Muhamad Khairul Rasyid, volunteer asal Padang yang kini menempuh studi S2 di Jakarta.

    Meski aksi kerelawanan ini bukan kali pertama baginya, Khairul merasakan kesan baru dalam Youth Action Camp 2025.

    “Ini menjadi salah satu kolaborasi aksi yang luar biasa yang pernah aku ikuti. Aku jadi bersyukur bisa meluangkan waktuku di sini di tengah kesibukanku. Karena aksi ini unik, melibatkan komunitas seni, memanfaatkan masjid sebagai tempat pelaksanaan aksi. Dan kerennya kita di sini sebagai anak muda sama-sama menuangkan semangat aksi kebaikan untuk dikolaborasikan,” ujar Khairul.

    Selain kolaborasi aksinya yang unik, bagi Khairul, suasana indah dan sejuk perbukitan di Masjid Fatimah Syarif juga menjadi tempat melepas penat dari rutinitas harian.

    “Suasana alam seperti ini juga bisa bikin kita bisa healing dari crowded-nya Jakarta sehari-hari. Apalagi di aksinya juga kita melakukan berbagai kegiatan seni bersama anak-anak dan warga, ini sangat menyenangkan dan cukup melepas kepenatan,” lanjutnya dengan antusias.

    Berkesempatan mengabiskan akhir pekan bersama anak-anak di sana, Khairul mengatakan melalui kegiatan ini, ia semakin merasakan pentingnya peran anak muda untuk hadir di masyarakat, terutama yang di dalamnya banyak anak-anak yang tidak bisa merasakan bangku sekolah.

     

    “Mendengar latar belakang masyarakat dan anak-anak di sini yang termasuk zona merah dengan tingkat pendidikan yang rendah, menurutku ini jadi momen penting bagi kita anak muda untuk terus menguatkan kolaborasi dan terus sama-sama melaksanakan aksi kebaikan bagi mereka yang membutuhkan kehadiran kita,” lanjutnya.

    Anjani dan Meisya di Youth Action Camp 2025 di kawasan Masjid Fatimah Syarif, Tapos, Kec. Tenjolaya, Kab. Bogor, Sabtu (4/10/2025)

     

    Tidak hanya Khairul, hal serupa pun dirasakan Anjani dan Meisya. Saat mengikuti aksi menggambar mural, dua volunteer asal Tangerang ini menyadari pentingnya peran anak muda dalam aksi kerelawanan.

     

    “Kami bisa merasakan pentingnya peran kami sebagai anak muda yang masih SMA dalam membantu masyarakat dan anak-anak, meskipun ini aksi pertama kami dalam kerelawanan. Karena sebelumnya yang kami tahu teman-teman seumuran kami cuma berkegiatan di lingkungan sekolah saja, atau sekedar bermain HP sepulang sekolah,” ucap Anjani.

     

    Anjani juga mengungkapkan rasa harunya saat ikut menorehkan cat ke mural gambar profesi dan pesan-pesan edukatif.

     

    “Aku merasa sedih melihat banyak anak-anak di sini yang belum bisa baca. Semoga mural yang kita gambar bisa semakin menyemangati mereka untuk terus belajar dan bikin mereka jadi tahu kalau banyak profesi yang bisa mereka jadikan cita-cita untuk masa depan mereka,” ucap Anjani penuh haru.

     

    Sementara itu, bagi Meisya, kegiatan Youth Action Camp membuat ia menyadari akan dampak positif yang bisa diberikan dalam setiap aksi kerelawanan. Ia pun mengungkapkan ingin terus melakukan aksi kebaikan berdampak lainnya, “Dari kegiatan ini, aku jadi ingin terus ikut aksi kerelawanan lainnya. Apalagi di samping kegiatannya, aku juga menikmati alam yang indah di sini. Itu bikin aku ingin juga ikut aksi kerelawanan yang menjaga lingkungan.”

     

    “Ternyata peran anak muda dalam kerelawanan bisa memberikan dampak positif yang nyata termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujarnya dengan antusias.

  • Komitmen DMC Dompet Dhuafa Perkuat Semangat Pengurangan Risiko Bencana

    Komitmen DMC Dompet Dhuafa Perkuat Semangat Pengurangan Risiko Bencana

    Mojokerto, Jawa Timur — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut menyemarakkan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kota Mojokerto. Bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Timur, DMC menghadirkan rangkaian agenda berupa sharing session, workshop komunikasi, serta layanan Dapur Keliling.

    Pada sharing session, hadir sebagai narasumber: Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi; Deputi Direktur 1 Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa Juperta Panji Utama; Redaktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Chariris; Dosen FEB Universitas Airlangga Mochammad Thanthowy Syamsuddin; dan Deputy General Manager PT Kurita Indonesia Akito Yanai.

    Sesi workshop komunikasi menghadirkan Sekretaris BPBD Kabupaten Mojokerto Supriyadi Noto, SO Content Creative Dompet Dhuafa Dedi Fadlil, serta M. Chariris dari Jawa Pos Radar Mojokerto. Kedua agenda ini diarahkan untuk memperluas semangat kolaborasi Pentahelix—bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama—sekaligus memperkuat jejaring komunikasi dalam edukasi dan advokasi kebencanaan.

    “Kami mengapresiasi partisipasi DMC Dompet Dhuafa pada Bulan PRB. Sharing session ini mendorong peran Pentahelix agar berjalan makin sinergis,” ujar Prasinta Dewi. Ia menekankan pentingnya kontribusi komunitas dan organisasi, termasuk DMC Dompet Dhuafa, dalam sosialisasi serta edukasi pencegahan sebelum bencana terjadi.

    Selain forum diskusi dan workshop, DMC menghadirkan layanan Dapur Keliling (Darling) yang menyediakan aneka makanan, minuman hangat dan dingin, serta buah segar bagi pengunjung. DMC juga berkolaborasi dengan relawan lembaga filantropi lain untuk menyukseskan acara “Ranking I”, ajang yang menampilkan kecerdasan dan potensi generasi muda untuk mewujudkan Indonesia tangguh menghadapi bencana.

    Dompet Dhuafa membuka booth kemitraan agar masyarakat mengenal berbagai program kebencanaan dan lingkungan—mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan. “Bulan PRB adalah ikhtiar nasional untuk memitigasi risiko bencana. Kami menekankan penguatan Pentahelix serta edukasi publik agar paradigma mitigasi tidak menakutkan, melainkan bisa didekati dengan semangat kedermawanan,” kata Juperta Panji Utama.

    Ia menambahkan, seluruh program Dompet Dhuafa dapat berjalan berkat dukungan masyarakat. “Semoga setiap amanah yang disalurkan menjadi kebaikan bersama,” ujarnya.

    Kehadiran DMC Dompet Dhuafa pada Bulan PRB 2025 diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong budaya kesiapsiagaan—baik di Indonesia maupun mancanegara.